DEPOK – Tokoh Muda dan Ketua DPC BPPKB Banten Depok, Nuryadi, menolak keras segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis yang menggelar unjuk rasa di Koat Caffe, Jalan Siliwangi. Menurutnya, aksi itu bukan sekadar protes biasa, melainkan bentuk pengawasan warga terhadap fakta yang terjadi di lapangan.
“Tidak ada yang salah dengan mengawasi dan mengingatkan. Aktivis turun ke jalan bukan kriminal. Mereka menegakkan kebenaran dan hak publik untuk mengetahui fakta,” tegas Nuryadi, Kamis 1 Januari 2026.
Dalam aksi yang digelar beberapa waktu lalu, aktivis Gerakan Depok Bersatu ( GEDOR ) menemukan fakta mencengangkan, papan segel yang seharusnya menjadi simbol pengawasan dibungkus kain dan disembunyikan. Temuan ini menjadi bukti bahwa ada hal-hal yang harus diawasi oleh masyarakat.
Nuryadi menegaskan, saat ini ada pihak-pihak tertentu justru mencoba memanfaatkan situasi untuk menakuti dan mengkriminalisasi aktivis.
“Kami menolak keras upaya kriminalisasi. Aktivis bukan musuh siapa pun. Mereka alarm kejujuran, pengingat bahwa ada yang harus diperbaiki. Jika mereka dibungkam, justru akan muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat,” katanya dengan nada tajam.
Ia menambahkan, kritikan dan pengawasan adalah bagian dari demokrasi dan hak warga. Menakuti aktivis tidak akan menyelesaikan masalah.
“Siapa pun yang mencoba menakut-nakuti atau menjerat aktivis dengan kriminalisasi, harus ingat, rakyat mengawasi. Kebenaran tidak bisa dibungkam,” kata Nuryadi.
Aksi di Koat Caffe kini menjadi sorotan publik. Papan yang dibungkus kain bukan sekadar simbol administratif yang tersembunyi, tetapi lambang perlunya transparansi dan pengawasan. BPPKB Banten Depok menegaskan, aktivis ada untuk menegakkan kebenaran dan hak publik, bukan untuk dilawan.
Kritik dan pengawasan bukan ancaman, tetapi cermin yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang berusaha menakut-nakuti.
“Kami tegaskan lagi, kriminalisasi aktivis bukan jalan keluar. Aktivis hadir untuk membuat semua pihak bertanggung jawab. Jika diabaikan, rakyat akan tahu siapa yang benar-benar bekerja, dan siapa yang hanya ingin menakuti,” pungkas Nuryadi.(Her)






