DEPOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, World Cleanup Day (WCD) Kota Depok bersama Radio Relawan Depok (RRD) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyelenggarakan kegiatan edukasi pemilahan sampah dan aksi susur sungai pada 14 Juni 2026.
Kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar pecinta alam dari berbagai sekolah di Kota Depok, di antaranya siswa pencinta alam PEPALA SMAN 1 Depok, EKSTANBA SMAN 3 Depok, NASAPALA SMK Nasional, dan PALASAD SMKN 1 Depok. Juga dihadiri oleh Finalis Duta Lingkungan Jawabarat 2026 Nisaul Hasanah, yang juga concern dan aktif mengedukasi pelajar untuk pemilahan sampah.
Pada sesi awal, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya yang disampaikan oleh narasumber dari DLHK Kota Depok. Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pengelolaan sampah yang benar sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Ketua World Cleanup Day Kota Depok, dan juga sebagai ketua komunitas Radio Relawan Depok Karmila Sari, berharap keterlibatan para siswa pecinta alam tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan.
“Sudah saatnya anak muda, khususnya para pecinta alam, mengambil peran lebih besar dalam menjaga lingkungan dan iklim. Kepedulian harus diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari kebiasaan memilah sampah hingga terjun langsung menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Karmila.

Setelah mengikuti edukasi, para peserta melanjutkan kegiatan dengan aksi susur sungai sambil mengumpulkan sampah yang mencemari aliran sungai. Semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan terlihat dari antusiasme para peserta yang aktif membersihkan area sungai.
Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul sekitar 1.500 kilogram sampah yang kemudian diangkut menggunakan armada pendukung dari DLHK Kota Depok untuk dikelola lebih lanjut.
Kegiatan ini juga dihadiri WakaPolsek PancoranMas Bpk. AKP Sarifudin, babinsa setempat turut mendampingi kegiatan ini. Juga ibu2 Muslimat NU, serta beberapa komunitas seperti akar rumput (grass root) yg concern akan pelestarian sungai jg melakukan aksi tebar bibit ikan endemik
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi-aksi lingkungan dan menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Saatnya Bekerja untuk Iklim” bukan sekedar slogan, melainkan ajakan untuk bergerak bersama menjaga bumi melalui tindakan nyata.(MRO)






